Postingan

seuntas surat

Tuhan... Tolong beri tahu dia.. Tolong beri tahu dia, aku ada pesan buatnya... Tuhan.. Tolong pesankan padanya, aku ingin dia mencintai-Mu melebihi dia mencintaiku, dan mengingat-Mu melebihi dia mengingatku.. Tolong pesankan padanya, agar tidak mengisi semua sudut hatinya dengan diriku atau dengan yang lain kecuali Engkau. . Tolong pesankan padanya, bahwa aku bisa saja berbuat kesalahan yang bisa membuatnya membuang sudut hati tempatku berpijak kini dan menggantinya dengan wanita lain yang sesuai dengan harapannya, tapi dia tidak akan pernah bisa menggeser kedudukan-Mu sebagai pemilik hatinya. Dan jika ternyata memang Engkaulah yang lebih dicintainya dari pada aku, Demi Allah aku tidak akan cemburu. Justru rasa syukur yang tak hentinya kupanjatkan.. Dan Tolong pesankan padanya, agar tidak mendoakanku lebih dari dia berdoa untuk Ayah dan Ibunya. Karena keridhaan merekalah Syurga baginya. Karena dia adalah tabungan bagi Orang Tuanya di akhirat kelak.. Tuhan... Tolong katakan padanya, bah...

satu surat untukmu

Hi, Lelaki tampan yang masih menjadi kesayanganku. Ini surat yang mungkin tak akan pernah sampai ke tanganmu. Aku hanya sedang membayangkan berbincang denganmu seraya menikmati kesendirianku. Hari ini adalah hari ke-760 terhitung sejak detik perpisahan kita. Aku rasa kau tak akan bertanya soal kerinduan padaku. Kau mengenal baik perasaanku. Kerinduanku terhadapmu ibarat adzan subuh yang selalu berkumandang untuk membangunkanku setiap pagi. Apa kau ingat kau sempat berkata bahwa kesedihan yang mengiringi perpisahan kita adalah hal wajar yang dapat hilang seiring bergantinya waktu? Ini sudah lebih dari dua tahun dan kesedihanku masih terasa sama dengan saat itu. Lagu-lagu itu, kota itu, tempat itu, mengingatkan aku pada malam perpisahan kita. Malam yang kita sengajakan untuk membuatnya menjadi indah, dengan menghapus jarak di antara kedua tubuh sebelum harus melepas tali esok pagi. Menghabiskan malam yang hanya denganmu adalah kebahagiaan sederhana yang tak dapat sesederhana ...

menjadikan seseorang pelampiasan

lucu, melihat seseorang yang sangat tidak ingin di katakan terpuruk di masa lalu.. sampai harus memaksakan meraih hati yang lain.. apa tidak memikirkan perasaan si hati baru itu jika dia tau kalau dia dicintai karena paksaan? apa adil untuk hati baru itu? apa tak terfikir bagaimana perasaannya nanti ketika kau tinggalkan? apa kau tak ingat bagaimana sakitnya saat kau ditinggalkan? lalu kau ingin menjadikan nasibnya sama sepertimu?? kalau masih ingin menunggu masa lalu kembali jangan menjadikan siapapun sebagai sandaran sementara bukan? yg terpenting adalah mau tetap menunggu masa lalu atau diam dimasa sekarang atau berlari ke masa depan, asal memahami resiko baik buruknya tak akan jadi soal.. nikmati saja rasa bahagianya. nikmati saja sakitnya.. itu keputusan diri kan? ini menurutku.. terserah kau mau berfikir seegois apa.. kalau aku.. BUKANNYA TERPAKU DIMASA LALU.. TAPI MEMILIH YANG TERBAIK UNTUK MASA DEPAN.. kalau belum ditemukan aku hanya perlu yakin.. bahwa seseorang ...

mencintaimu itu, seperti.....

Aku mencintaimu seperti ini, seperti meniup gelembung sabun ke udara. yang kujaga dengan hati-hati agar tak pecah.. Aku mencintaimu seperti ini, seperti bahagia anak kecil yang mendapat balon. yang akan kugenggam dengan erat kemanapun kaki melangkah.. Aku mencintaimu seperti ini, seperti menulis prosa. yang kutulis hingga jemariku mati rasa, dengan kamu sebagai pemeran utama dalam setiap cerita.. Aku mencintaimu seperti ini, seperti sebuah perjalanan tanpa peta. dimana hatiku adalah kompas yang jujur, yang selalu mengarah kepadamu tanpa ingin berbalik arah.. Aku mencintaimu seperti ini, seperti membaca sebuah buku. membaca keseluruhanmu, yang lembar demi lembar halamannya ingin kubaca dengan kesungguhanku.. Aku mencintaimu seperti ini, seperti melukis dengan mata tertutup. tak perlu lampu. karena kaulah kandil kemerlap, pelita jendela di malam gelap.. Aku mencintaimu seperti ini, seperti soal matematika. tak perduli setiap aku memikirkanmu, 2 x 2 + 1 jawabannya pasti 5 hu...

apa adanya

Aku menerimamu apa adanya, termasuk luka dan masa lalu yang turut kau bawa. Aku menerimamu apa adanya, termasuk kecupan-kecupan kecil yang kau sebut bahagia itu sederhana. Aku menerimamu apa adanya, termasuk kenangan tentangnya yang masih sempurna kau simpan dalam kepala. Aku menerimamu apa adanya, hitam dan putihmu, baik dan burukmu, juga sempurna dan ketidak-sempurnaanmu. Dan… Aku mencintaimu apa adanya, jika nanti pada akhirnya aku menemukan hambatan, ingatkan aku untuk berpegang teguh pada kesetiaan. Aku mencintaimu apa adanya, jika nanti pada akhirnya aku lelah terus mencoba bertahan, kuatkan aku dengan hangat pelukan. Aku mencintaimu apa adanya, jika nanti pada akhirnya aku menyerah pada kecemburuan, tahan-lah langkahku dengan genggaman. Aku mencintaimu apa adanya, saat aku tak berada disampingmu, biarkan rindu yang mengisi setiap hasta jedah hatimu. Aku mencintaimu apa adanya, dengan gamblang dan tulus. Bahwa cintaku padamu terukir zahir dan halus. Aku men...

you will never know man loves his woman

Ini bukan tulisan saya.. Ini saya dapat dari salah satu forum, dimana ada pria yang menulis tulisan ini.. Uuh really TOUCHING! :3 “you will never know how man loves his woman..” “Mungkin kalian para wanita berpikir bahwa kami selalu menginginkan wanita hanya berdasarkan fisik yang tampak oleh mata. Cantik, seksi, sedap dipandang mata, elegan, imut, dan segala embel embel lainnya… Tapi tahukah kalian bahwa itu hanyalah sebuah kriteria awal?? Memang pada awalnya, kami mem-pdkt kalian karena faktor itu. Tapi begitu sudah masuk jenjang berpacaran, kami jauh lebih memilih hati kalian daripada fisik kalian Kami setuju dengan pandangan kalian bahwa wanita mana yang gak matre. Tapi kalau di awal kalian sudah menunjukkan kematrean kalian, kita akan berpikir dua kali. Sebab nanti kitalah kaum cowo yang akan membiayai biaya shopping dan hidup kalian, hehehe Kalian juga berkata : cowo itu egois, tidak perhatian! Cowo lebih mengutamakan pekerjaan daripada wanitanya. Mari kita sede...

ikhlas :)

Di suatu malam, seusai belajar, aku berbincang dengan seorang temanku. Berawal dari hal-hal ringan, meluas ke mana-mana. Ia menanyakan kosa kata yang baru saja dibacanya di sebuah artikel. Ikhlas. “Apa arti kata ‘ikhlas’, vita?” tanyanya. Aku tercenung beberapa saat; berpikir. Bagaimana caranya menjelaskan kata ikhlas ini, ya? Ah, ya, contoh kasus lebih baik. “Kalau kamu menolong seseorang, tanpa meminta imbalan, lalu tak pernah lagi mengingat-ingat kejadian itu, itu ikhlas,” uraiku. Dia terdiam cukup lama, mencerna setiap kata yang kuucapkan. “Aku bisa mengerti ‘tak minta imbalan’. Tapi, ‘mengingat-ingat’?” “Iya. Misalnya begini. Suatu hari kamu perlu bantuan–uang. Lalu kamu berusaha mengingat-ingat, siapa yang dulu pernah kamu bantu. Lalu kamu berpikir, ‘ Pasti dia mau meminjamkan uang kepadaku, karena dulu pernah kupinjami .’ Itu tandanya kamu tak lagi ikhlas.” “Ah, mengerti aku sekarang,” katanya. “Berarti, kalau kita menolong dengan pemikiran agar kelak kita ditolong...